Aku Ketahuan

September 3rd, 2007 by embi

Pak Guru bertanya, "Kalian tahu SD Card?" dan anak-anak pun menjawab, "tahu… SD Card adalah salah satu media penyimpan video bokep".

"benar"

Setelah gue pikir-pikir kayanya ga ada tempat aman lagi bagi gue untuk nyimpen video-video terlarang. kasus pertama yang lumayan konyol saat kakak-kakak gue nemuin video-video terlarang koleksi gue di salah satu folder komputer gue.
padahal gue udah naro-nya di
My Computer - Local Disk (C:) - Program Files - Ahead - Library - New Folder
ternyata metode menyimpan di tempat seperti itu sangat mudah ditemui dengan cara "search for files". jadi jangan sekali-sekali menyimpan seperti itu!!! gue pun ditegur sama kakak perempuan gue dan dia menyuruh gue untuk menghapusnya.

lalu pikiran gue sekarang sedikit cerdik dan pintar, gue nyimpan video-video dalam SD Card. jadi ga mungkin ada kata dilacak lagi tuh, karena ga mungkin bisa di search klu SD Card-nya udah dicabut dari Komputer. tapi sialnya, untuk yg satu ini ada cerita lain. penyebabnya adalah karena SD Card tersebut sering gue tinggal dikamar…

Suatu ketika gue buka lagi SD Card, yang seharusnya isinya video bokep koleksi gue semua…. eh tiba-tiba ada 1 file mencurigakan dengan judul…

"Uut Permatasari - Ketahuan.mp3"
(versi dangdut Mata Band - Ketahuan)

Gas

August 15th, 2007 by embi

Akhir-akhir ini anak-anak 28, khususnya kelas XII, lagi hobi main yang namanya "gas". Permainan ini cukup berbahaya tapi mengasyikkan dan menggugah adrenalin, melatih kekuatan otot tangan dan menciptakan kekompakan kelas. Melihat hal ini, para pengajar di SMA 28 sepakat untuk melegalkan mainan ini. Berikut pendapat mereka;
a. Eliza; gas adalah permainan yang cukup berbahaya, namun, pada hakikatnya permainan ini amat diperlukan oleh sekelompok pelajar SMA dalam menunjang persatuan dan kesatuan kelas.
b. Darwati; Untuk melaksanakan kegiatan gas adalah tanggung jawab sekelompok siswa, dikarenakan tanpa kekompakan dalam kelompok tersebut, gas tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.
c. Ida; gas dapat menyebabkan impotensi, gangguang menghamilkan, tetapi sangat baik untuk menciptakan kekompakan antar pelajar. maka lakukanlah!

kembali ke topik kita, Gas…
saya adalah lelaki lugu, ramah dan senang tersenyum. yang pada saat itu, saat istirahat kedua sedang memakai kacamata biru. dengan sopan masuk ke kelas yang bernama "XII IPA 3". saat itu gue masuk dan mengobrol dengan cewek bernama Rara, ia tampak ketakutan karena akan menghadapi tes formatif Kimia, saya pun datang untuk menenangkannya.
kemudian, sekarang ga usah pake bahasa yang sopan ya?
hm…
kemudian pas gue pengen ninggalin kelas itu, tiba-tiba ada setumpukan lelaki bau keringat berdiri mencegat pintu, dengan begitu gue pun ga bisa keluar. saat itu gue berpikir positip dengan berpikir mereka menyukai gue. tatapi pikiran itu berubah setelah tumpukan lelaki berbau keringat itu tersenyum licik seperti kanibal, dan seolah gue adalah daging lezat ganteng yang siap mereka santap. lalu tumpukan lelaki berbau keringat itu perlahan mendekati gue, gue pun mempertanyakan apa yang mereka pikirkan. sepertinya, selain gue mencium bau keringat, gue juga mencium bau kejahatan.

lalu…
tiba-tiba mereka menyerang gue, dengan bau keringatnya, mereka menyelengkat gue, ada yang memegang tangan gue, ada yang megang kaki gue. dan saat itu juga, siapalah gue untuk menjadi gas mereka. kaki mereka arahkan ke "gajah kecil berurat" saya dan seketika itu pun mereka tekan (seolah meng-gas). aaaaaaaahhhh…

siksaan pun belum selesai, karena selain di gas, kolor gue pun di tarik kenceng ke atas, sampe kolor gue nyelip dalem-dalem, ampe masuk ke lobangnya. bentuk kolornya nya udah ga segitiga lagi, tapi udah kaya tali rafia saking melejitnya. Anjrit! nyelipnya dalem banget, ampe susah gue nariknya, kan ga enak klu kolor nyelip (konyel). saat itu pun GT-Men tidak lagi menjadi kolor anti-selip.

setelah di gas, gue kembali ke kelas dengan rasa malu yang mendalam, argh… gue diperjakain di depan umum. gue memegang kepala sambil menyesal, dan mentok-mentokin ke meja (yang ini boong).

pokoknya, hati-hati dengan XII IPA 3, dan ingat gue masih menyimpan dendam mendalam terhadap kelas tersebut, salah satu dari kalian pasti akan gue gas bersama teman-teman gue!

Bambu Runcing

August 9th, 2007 by embi

Setelah berhasil beranjak ke kelas XII, akhirnya gue ditempatkan di kelas XII IPA 2, sesuai dugaan gue. Waktu kelas XI, gue selalu menebak-nebak, pasti nanti gue ke XII IPA 2 deh. eh taunya bener. jadi gue 4, 3 dan 2. Yaitu: X-4, XI-IPA-3 dan XII-IPA-2. wah keren.

Kelas gue yang sekarang namanya Bambu Runcing

Tante Rosmida: Wah nama yang bagus, kepanjangannya apa sih? tante jadi gatel pingin tau (sambil garuk-garuk).
Gue: hm… udah ga jaman kepanjangan-kepanjangan kelas itu Tant, basi… jadi Bambu Runcing hanyalah sebuah filosofi yang artinya perjuangan kita harus seruncing bambu runcing…. (padahal kemarin sampe stress berusaha nyari kepanjangannya, tapi ga nemu)
Tante Rosmida: ooo gitu… (garuk-garuk)
Gue: iya, untuk nama bekennya ada lagi loh?
Tante Rosmida: apa itu, tante penasaran sampe gatel banget… oh gatel… (garuk-garuk ampe sedikit lecet, tapi teteup enak).
Gue: BBBBukan Bambu Biasa!!!!

Yeah, nama beken kelas gue itu BBB. walaupun gue ga pernah nonton film BBB (Bukan Binatang Beracun) bahkan berusaha untuk menurunkannya dari bioskop.

Kelas ini mayoritas adalah anak ROHIS 28, terutama laki-lakinya. perbedaan mencolok dengan kelas gue sebelumnya (XI IPA 3), salah satunya adalah:

XII IPA 2
"Anjing lo"
"eh jaga omongan lo, lidah lo akan menjadi saksi"

XI IPA 3
"Anjing lo"
"Bangsat! Tai…"
"Bapak lo…"
"Ah… ngepet"

Tapi, tanpa kata kasarpun, kelas gue yang sekarang ini tetep enak, temen-temennya ramah-ramah, walaupun temen sebangku gue kaya profesor gila. namanya Dede, orangnya pinter banget, tapi cukup mahir dalam menindas orang.

Daftar murid tertindas;
1. Fidiq atau Fijay, orang (yang diduga) India yang akhir-akhir ini namanya sering disebut-sebut BK (banci kaleng). karena tragedi terangsang disodok pencil. Jadi waktu itu si Banu (ahli wig) nyolok pensil ke pantatnya Fidiq via lubang kentut di kursi sekolah, Fidiq pun terangsang dan berteriak gemulai "aaaaih". Gue langsung menyimpulkan bahwa dibalik kejantanan Fidiq ternyata begitu…
selain itu,
"Fidiq, coba ngomong serrrpong"
"…."
"coba Dik, serrrrpong…"
"…."
"ayo"
"…."
"…."
"Se..pong"

dan

"Aghya… Aghya…!"  (memanggil Aria)
"apa?" (Aya menyahut)
"bukan lo! Aghya… Aghya…!" (perjuangan berat memanggil Aria)

Astaghfirullah, abis nulis blog ini gue harus langsung tobat.

2. Dirga si tukang nanya, di duga punya bulu dada, dan diduga pula bulu pantatnya padat. saat sedang pelajaran. Dirga minta makanan dari Amanda, tapi belum sempat makan, Dede and The Crew spontan teriak:
"Pak! Dirga makan Pak"
"(panik)
"Dirga makan apa Dirg?"
"(menyembunyikan makanan)
Gue sebagai orang cool si diem aja sambil berkata dalam hati "mampus lo… mampus lo…". Hahahaha… sumpah MT abis…

3. Fallery.
"Tumbuhan yang tidak terkena sinar matahari akan menjadi tinggi, pucat dan loyo, disebutnya apa anak-anak?"
"Fallery…"
(gurunya pun ikut tertawa)
ya itu, Fallery disebut sebagai manusia Etiolasi. Etiolasi adalah istilah Biologi yang menggambarkan tumbuhan tinggi pucat dan loyo. Tapi emang gitu mau diapain lagi? selain itu, ia juga mempunyai sebutan BULDOG (Bule Depog).

4. Joko, si penghuni kandang nomer 26. Kalau Fallery Etiolasi karena kekurangan cahaya matahari. Joko sebaliknya, ia kematengan oleh sinar matahari.

5. Notto si lemot dan penuh luka. Hal paling konyol dari dia yaitu pada saat pelajaran Ibu Nuset (Ibunya Tantya, Tantenya Cha-Cha). Saat itu lagi pelajajaran Kimia, terus kelas diatas kelas gue berisik banget, kayanya pada loncat-loncatan, padahal diatas itu anak kelas X yang artinya masih anak-anak baru, bisa-bisanya mereka bertingkah.
Ibu Nurset: "Heh kamu yang ngantuk coba periksa keatas deh!"
Notto: (keluar kelas dan berjalan menuju kelas yang dimaksud)
Pelajaran berlangsung, sambil menunggu Notto, berharap membawa informasi penting, ga lama kemudian, suara lompat-lompatan dari atas jadi tambah kenceng, "jangan-jangan si Notto ikut-ikutan loncat-loncatan", pikir gue sambil berkeringat kecil. Selang beberapa menit, Notto kembali ke kelas.
Ibu Nurset: "Lagi pada ngapain sih?"
Notto: "Lagi main"
(tetep ada suara lompat-lompatan)
Ibu Nurset: "main apaan?"
Notto: "hm… main apa ya?" (mikir)
GUBRAK pertama!!!
Ibu Nurset: "pelajaran siapa sih?"
Notto: "ga ada gurunya"
Ibu Nurset: "Kenapa ga ditegur sih pada lompat-lompatan, bisa rubuh loh."
Notto: "loh, katanya cuma disuruh periksa" (tegas dan tolol)
GUBRAK kedua!!!
Ibu Nuset: "hm… ya udah, masih ngantuk ga?"
Notto: "hah? Pak Siranto?" (salah denger)
GUBRAK ketiga!!! REKOR BARU!!! dapet Payung Cantik!!!
Astaga, ni orang lemot banget! budek pula… tapi seru, jadi konyol deh kelas gue! sampe kaliatannya gurunya hampir bunuh diri menyaksikan ketololan muridnya itu.

6. Rizka, cewek kelas gue yang tertindas. sering dijuluki SHEMALE, FAMDOME (Female Domination) dan KEBEQ (penuh). kalau kurang jelas dengan SHEMALE dan FAMDOME, bisa anda search via Google atau mesin pencari yang lain.

7. Yudhita, dengan polos dan lugu teman-teman perempuannya menyatakan, "Yudhit kaya Dono ya, liat deh… liat deh, perhatiin mukanya…".

Anak Gaul Cengkareng

July 10th, 2007 by embi

Kemarin tuh gue terus-terusan ketawa sendirian, ketawa licik karena ngerjain beberapa temen gue. diem-diem gue buat JARTEL palsu yang isinya;

"Bsk nonton di Plaza Cengkareng. yg ga tau. kumpul dulu di dpn mcD airport.jartelin ke absen bawah lo!yg ga bs harap hub Anita/Christi coz mw beli tiketnya ntar.thx"

gue kirim SMS itu ke Arina, Ikhsan, Samitra, Farah dan si radikal Edi. dan jartel sudah menjalar hingga Ririn, Fina, Anita, Evira, Christi dan lainnya. Awalnya gue pikir, temen-temen gue pinter-pinter dan ga bakal ketipu dengan bualan via SMS itu. tapi hal yang tak terduga terjadi, mereka tertipu… dengan bukti SMS yang mengatakan klu Evira, Samitra dan Arina ga bisa ikut besok.
Saat itu juga, gue merasa menjadi Dora dan berkata, "berhasil… berhasil… berhasil… dasar bodoh…"

GUBRAK!!!
pada percaya aja… Plaza Cengkarang aja gue ga tau antara ada dan tiada-nya. rumah pada di Pasar Minggu, niat banget klu emang bener mau nonton bioskop di Cengkareng, berasa ke luar negeri.

Kenyang_nitLebih dodolnya lagi gini nih, kemarin sambil nunggu temen gue yang berinisial A (tau lah siapa) di Citoz. gue ketemu sama Anita dan temen-temen SMP-nya dia. Anita dengan wajah kanibal dan pita suara stereo-nya manggil gue.

"EH ADA SI EMBI!!!" <klu tulisannya huruf besar artinya suaranya keras>
"eh anita"
"NGAPAIN LO DISINI?" dalam otak kanan gue, "NGAPAIN LO DISINI? MAU GUE MAKAN?"
"nunggu temen"
"AYO IKUT GUE DULU, JALAN…" dalam otak kanan gue, "AYO IKUT GUE BIAR GUE MAKAN"
terus gue iseng-iseng nanya, "nit, lo besok ikut ke cengkareng?"
dengan yakin dan hidung kembang-kempis Anita menjawab "IKUT!"
terus gue jatoh dari lantai 2 Citoz. Ampuuuuuunnnn Tuhanku!!!
"LO MBI?"
"gue ga tau, emangnya bener ya pada ke Cengkareng?"
"GA TAU, GA JELAS SIAPA YANG JARTELIN, UDAH GITU NYANTUMIN NAMA GUE LAGI!" <- ngomongnya tereak.
terus gue berpikir, "udah jelas-jelas yang jartelin aja mencurigakan, kok dia percaya aja?". gue jadi pengen nangis biar orang-orang tau klu temen gue GELO.
setelah itu, gue iseng-iseng nanya, "cara kesana-nya gimana sih Nit?"
"ITU GAMPANG KOK… LO NAIK DAMRI AJA DARI BLOK M"
hm… gue salut sama Anita. serius loh dia mau ke Cengkareng.

lebih shock-nya lagi hari itu juga, gue denger Christi lagi di Cengkareng. maaa’… gue kira dia bener-bener mesen tiket di Plaza Cengkareng, taunya dia lagi ngejemput sodaranya di airport. fiuh, gue tenang. kan gue merasa berdosa klu emang bener si Christi lagi beliin tiket di Plaza Cengkareng.

Untung temen dengan inisial A itu bilangin ke Anita dan anak-anak lainnya, klu itu sebenernya ulah gue iseng doang, klu ga dibilangin… ga tau deh apa yang akan terjadi esok. Ga bisa ngebayangin aja klu anak-anak kelas gue pada ngumpul di mcD airport berasa airport tempat anak gaul, terus nyariin Plaza Cengkareng… terus ga nemu… terus pulang naik Damri. terus kecewa karena ga bisa jadi Anak Gaul Cengkareng.

Setelah ditunggu-tunggu lama akhirnya temen gue berinisial A-pun dateng. terus nonton TAXI 4. filmnya bagus, tapi ada beberapa adegan konyol yang sedikit maksa lucu-nya. setelah nonton, gue makan di suatu restoran, tapi kami sedikit tegang sambil terus berdoa agar ga ada anak 28 yang ngeliat.

Kesedihan Atu

July 8th, 2007 by embi

Beberapa hari yang lalu Atu (kakak ke-2 gue) sakit, entah sakit apa yang jelas kelihatannya lumayan ganas, kaya infeksi gitu di daerah payudaranya dan akhirnya di operasi. operasi udah kelas, penyakitnya udah dicabut…

tapi…

bayi Atu meci…

Lazward Manelin Sarhan…

usia 3 bulan…

tidak bisa mendapatkan ASI lagi…

Lazward
kasian banget ya, karena ASI Atu diberhentiin. jadi susunya ga bisa memproduksi ASI sampai anak ke-2. mendengar kabar itu, Atu Meci langsung nangis kejer karena ga tega ga nyusuin anak pertamanya itu, dia sayang banget sama anaknya. yah, Atu harus sabar lah, ini cobaan, pasti ada hikmahnya… sebenrnya gue ikut sedih sih, apalagi klu ngeliat Lazward ngedot susu formula… kadang-kadang dimuntahin… terus nangis… terus ngedot lagi… terus muntah lagi… terus nangis lagi…

Mamey_papeylebih parahnya lagi, untuk sementara Atu Meci ga boleh ngegendong Lazward. karena klu ngegendong bagian payudara-nya bisa keteken… waktu itu Atu Meci ngegendong Lazward terus payudaranya berdarah. aduh ga tega banget, apalagi klu ngeliat si Atu nangis sambil memandang anaknya… gila ya… bener-bener pengorbanan seorang mama. gue terharu. tapi gue tetep memasang wajah cool, walopun hati gue ikut merasakan kesedihannya.

sekarang….

tiap malam…

aku selalu menangis sambil memegang payudaraku…

<suasana di rumah: JAGAKARSA DELIVERY>
Ibu: (menekan tombol handphone)
Handphone: "jangan sentuh aku tangan biadab!" (dipencet)
Telephone: "please, jangan ada yang angkat!" (berbunyi)
Mbak Poni: "halo" (mengangkat telepon)
Telephone: "dasar bodoh, kenapa kau angkat? kau hanya akan diperbudak!"
Ibu: "Pon, tolong antarkan makanan ke kamar"
Mbak Poni: "iya Bu"
Ibu: (menutup Handphone-nya, kemudian selimutan sambil nonton TV)
Handphone: (menghembuskan nafas panjang)
Telephone: (menghembuskan nafas panjang)
Mbak Poni: (menghembuskan nafas panjang)
Handphone: "pulsaku dipake dengan cuma-cuma!"
Telephone: "gara-gara perempuan itu, aku capek mendering-dering terus untuk hal tak berguna!!"
Mbak Poni: "klu Ratu itu ga ada, pasti bisa ngeringanin 75% pekerjaan saya"
Lubang pantat Ibu: "kenapa saya diciptakan menjadi lubang pantatnya?!" (lubang menggerutu)

(andai mereka bisa mengungkapkan isi hatinya, pasti mereka akan berkata seperti itu)

Beberapa lama setelah peristiwa JAGAKARSA DELIVERY. gue, Batin (kakak ke-3) dan Mbak Tin ngejenguk Atu Meci. ketika kita ingin berangkat ke R.S. Ibu, sang Ratu udah
wanti-wanti Mbak untuk tidak pulang malam, katanya karena cucian banyak
dan besok dia mau ngegelar bazaar di rumah pengusaha kaya.gue
berangkat kira-kira jam dua-an. dalam perjalanan gue dan Batin shock
berat… ngeliat ada orang olahraga lari… serasa hari udah sore…
padahal matahari nyengat banget…
"buset dah.. tuh orang lari jam segini" <- kata Prista.
"hahahahaha…"
"salah waktu banget sih…"
"hahahahaha…"
"sehat kaga, item iye…"
"hahahahaha…"
"kaga bener banget sih orang…"
"kenapa si Batin jadi sewot?" <- dalam hati gue.
sampai di R.S., kita ngobrol-ngobrol sama Atu…and entah ada angin apa… Atu Meci memutuskan agar Mbak nginep di R.S. sehari aja, karena dia ga bisa gendong Lazward dan suaminya juga lagi sakit flu berat. kemudian Atu menghubungi rumah;
Atu: "Bu… Meci pinjem Mbak dulu ya untuk sehari…"
Ibu: "kenapa?"
Atu: "soalnya Meci ga bisa gendong bayi, terus Yuri (papa-nya) lagi sakit"
Ibu: "mmm… ya udah…" <- suara dingin
Atu: "makasi ya bu"
Ibu: "iya…" <- suara malas-malasan, ceritanya ngantuk
Atu: "Assalamualaikum"
Ibu: "Waalaikumsalam"
Atu: "….."
Batin: "gimana tuh? boleh?"
Atu: "gila ya ibu kalian tuh, ga ada basa-basinya, ga ada khawatir-khawatirnya, ga ada bilang ‘cepet sembuh ya‘ "
Batin: "sama dia sih jangen ngarep"
Mbak Tin: "iya.. ntar juga klu dia marah sama saya, saya cuekin aja, capek"

Ga lama mulut kami… berdiskusi dengan tema Stepmom Underground dilanjutkan dengan Kupas Tuntas Sifat Ibu dan terakhir, Kiat Sukses Mengusir Ibu. Atu, Adin (kakak ke-1), Ka Yuri, Te Leli (istri Adin), Batin, Mbak Tin mengeluarkan pendapat dengan kata-kata pedas, mulut kami berubah tajam… klu diliat pake kacamata gaib, pasti ada piso nempel di masing-masing mulut kami, bahkan bukan piso lagi, udah jadi golok. lidahnya udah kaya bisa ular. tajem… sadis… pasti klu dia denger… bisa lumpuh sekejab. diskusi selesai dengan hati yang terpuaskan.

Kucing

July 2nd, 2007 by embi

Kisah ini terjadi kira-kira 12 tahun yang lalu, saat gue masih di Singapore. ini adalah kisah yang menyebabkan gue sangat mencintai kucing.

dulu, gue sangat suka dengan yang namanya thrill rides gitu-gitu, seperti roller coaster. gue bener-bener FREAK thrill rides. kadang-kadang gue umpamakan remote TV sebagai roller coaster, gue gerakin dengan tangan gue sendiri

naik terus turun…

gue teriak dan heboh sendiri, lebih heboh dari orang naik roller coaster beneran. Kadang-kadang gue ke-gep sama kakak gue, terus gue malu. kakak gue pasti shock tau ade-nya autis.

hm…apa hubungannya thrill rides dengan kucing? begini ceritanya, setelah jenuh bermain-main dengan remote TV, gue pgn mencoba lebih ekstrim. yaitu dengan kucing yang masih muda. klu diumpamakan manusia, mungkin kira-kira masih 6 tahun. gue gendong kucing dan menggerakannnya seenak udel gue, seolah-olah tangan gue adalah kereta roller coaster dan kucing itu sedang menaikinya.

naikan, turunan, kenceng… kebalikan…

kucing gue jungkir balikin. tapi kucingnya cuma mengeong-ngeong aja. ya wajar sih, klu kucing-nya tiba-tiba ngejerit dan tereak-tereak "lagi… lagi… lagi…" bisa-bisa gue stroke. sedang asyik-asyik dengan kucing sebagai penumpangnya, akhirnya gue punya ide yang lebih ekstrim, gue keluar rumah dan ketemu dengan temen gue namanya Firman. gue ajak Firman main sama gue.  awalnya tuh kucing gue terjun bebas-kan dari  tangki gas. dalam pikiran gue, "pasti nih kucing lagi seru abis soalnya dia mengeong-ngeong tiada hentinya". hingga hal gila dan menyedihkan ini terjadi.

kucing itu naik pelan-pelan (naikan roller coaster) dan turunan….

terjun bebas deh dari lantai 2.

KCEPRAK!!!

kucing itu kayanya pusing dan ga lama dia wafat. gue panik dan sedih, gue ga tega sama kucing itu, ga bermaksud berbuat keji seperti itu, klu diibaratkan ini kecelakaan roller coaster. gue sempet mau nangis, terus gue umpetin aja kucingnya di tumpukan sepatu. terus gue ke kamar, tidur sama mama. tapi gue ga bisa nahan sedih gue dan gue nangis depan mama. mama gue terus nanyain tentang penyebab gue nangis. ga lama, akhirnya gue mengaku klu gue udah ngebunuh kucing. ini hal paling kejam yang pernah gue lakukan seumur hidup.kucing itu terus mama ambil, dibalut kain dan dikuburin. mama kucing tersebut (namanya Junior) juga kaya sedih tau anaknya wafat.

sejak itu timbul rasa sangat bersalah pada kucing, gue merasa dosa besar. bahkan perasaannya semakin menjadi-jadi, gue sekarang menjadi pecinta kucing sejati. gue menjadi orang yang sangat menjaga kucing. gue udah beberapa kali melihara kucing, namanya anatara lain; Grey, Putih, Luna, Kento, Abu, Abas, Grey Junior, Bule, Bruno, Junior, Zorro.

Grey adalah kucing yang paling gue sayang, pernah kentut di depan gue sampe gue tremor, sering nguap saat tidur sebelah gue dan mulutnya amat bau. tetapi dia hilang setelah gue pulang haji.

Putih adalah kucing betina yang gagah, dia suka terluka abis berantem. matanya belang, satu biru, satu ijo, kadang-kadang dua-duanya merah klu abis berantem. sebutan lain: kucing kekerasan.

Luna adalah kucing anggora putih yang sangat cantik dan bersih. dia nafsuan, mentang-mentang cantik dia ML terus ampe anaknya banyak. belum ada kondom buat kucing sih.

Kento adalah kucing semi anggora yang ngikutin gue setelah gue keluar dari Kentucky, makanya gue namain Kento. dia suka mijitin orang tapi lama-lama kukunya keluar n jadi kucing pembunuh. temen-temen gue suka ngatain dia… "KENTO LO!!!" atau "AH GUE JADI PENGEN KENTO"

Abu adalah kucing berwarna abu-abu berloreng hitam. terakhir gue ngeliat dia lagi dimakan sama anjing raksaksa, kematian yang amat tragis. SUER gue ga boong n gue ga percaya dengan apa yang gue liat!

Abas adalah kucing imut belekan yang mati mendadak dekat pemanas ruangan.

Grey Junior adalah kucing abu-abu menyerupai Grey, tetapi dia mati muda.

Bule adalah kucing dengan warna yang sangat indah, putih kecoklatan. TAK ADA DUANYA loh warnanya. tapi pantatnya bau.

Bruno adalah kucing gay. sering disodomi oleh anjing cowok.

Junior adalah kucing jelek yang sangat kuat.

Zorro adalah kucing dengan muka paling sexy dan ganteng, idungnya pink. klu diibaratkan manusia, mungkin dia adalah gue.

ya itu lah cerita tentang kucing-kucing gue, ada masa-masa indah bersama mereka yang tak pernah gue lupain. gue sering tidur bersama mereka, mencium dan memeluknya. menjilat mereka pun gue pernah. gue sangat sayang dengan kucing-kucing itu, tetapi sejak mama gue meninggal, gue ga diizinin lagi memelihara kucing. karena tanpa mama, gue ga yakin bisa ngerawat dengan benar kan ga tega banget klu kucing mati pas kita pelihara, rasa bersalahnya amat besar, MAN!!!

ya udah intinya,

saya mohon maaf yang sebebesar-besar untuk para kucing dan para pecinta kucing
saya berjanji untuk tidak bertindak sewenang-wenang terhadap kucing
dan menjaga kucing dari bahaya yang sewaktu-waktu mengancam jiwa mereka


salam hangat

CAT LOVER, embi.

orang-orang yang udah gue blacklist;
1. temen gue yang mukanya kaya Damien di film The Omen (gue lupa namanya), pokoknya waktu itu dia pegang buntut kucing dan diputer seolah-oleh Hellicopter. ia melakukannya di depan gue!
2. TYA bejat, yang bertindak sewenang-wenang terhadap kucing.
3. orang-orang yang nabrak kucing n tidak menguburnya.

Bocah Petualang

June 29th, 2007 by embi

untuk kesekian kalinya gue jalan lagi dengan si bocah petualang (Bolang) yang bernama Akbar. ampe bosen gue!!! mau buat judul blog 3 Hari Untuk Selamanya juga kaga cukup coz gue udah lebih dari 3 hari jalan ma dia.
tadi sore waktu lagi asyik-asyik rekaman dan mixing lagu, si Akbar terus2an SMS dan nelpon gue, sampe gue kasian.
"mbi, lo dmn? gue udah di jalan"
"gue masih di rumah"
gue panik dan langsung mandi, dia biasanya ngomel2 klu disuruh nunggu. jadinya gue mandi cepet-cepet. waktu mandi dia terus nelponin gue dan ngirim beberapa SMS.
"mbi lo brgkt dong!"
"iya, gue lagi isi bensin" <- padahal lagi andukan
terus gue ngaca, pake baju, korek kuping, pake parfum dengan kecepatan tertentu dan siap untuk berangkat. HP gue terus2an bunyi tak henti2nya.
"iya bar, 5 menit lagi nyampe" <- padahal baru nyalain motor dan butuh waktu 20 menit lebih utk nyampe Citoz.

sampe di Citoz, gue ngeliat Akbar udah berduaan sama si Dana. terus gue samperin. kita bertiga masuk Score, rencana mau main bilyard. taunya Score-nya lagi mahal karena weekend. terpaksa kita keluar lagi. si Dana marah, kecewa, sedih bercampur aduk.
"ya udah gue balik!" <- ucap Dana dengan wajah marah, kecewa, sedih bercampur aduk.

Anjrit!!! muka Dana jutek amat kaya orang abis melahirkan!!! ampe takut gue. hm… Dana meninggalkan gue dan Akbar berduaan lagi. gue dan Akbar kehilangan arah dan bingung mau ngapain. lalu kita ke 21 liat-liat film. terus kita sepakat untuk nonton berdua (seperti kisah Candra - Dio). awalnya mau nonton robot-robotan (Transformer), tapi berhubung Transformer penuh, jadi kita beli tiket Bridge To Therabitia.

gue nonton serius untuk beberapa menit sembari bercanda dengan si Akbar. bercanda-nya masuk2in es ke dalam baju. ???. gue sama Akbar terus mengharapkan klimaks film tersebut, SAYANG SEKALI… sampe film ini abis kita ga nemuin ada serunya sedikitpun. Buang2 duit 20rb doang buat nontonin khayalan anak-anak.

Akbar ngedumel2. sepertinya dia marah, kecewa, sedih bercampur aduk. gue juga marah, kecewa, sedih bercampur aduk, ampe gue kebelet kencing. terus gue ke toilet. gue masuk terus dia ngikut masuk ke dalam wc-nya.
"ngapain berduaan?" <- tanya gue panik
"udah lo kencing aja, gue kaga liat"
terus gue pasang posisi mau kencing, udah buka kancing resletingnya.
"…." <- mikir
"…."
"kaga, gue ga bisa kencing klu ada orang" <- sambil ngusir2in dia.
"udah cepetan, ntar di curigain!"
"iya emang beduaan dalam WC kaya gay bego!!!"
bayangin berduaan di dalam WC, udah gitu di depan pintu ada orang lagi! APA KATA DUNIA?! setelah berhasil mengusir dia akhirnya gue bisa kencing dengan senangnya. waktu lagi asyik2 kencing, tiba2 ada benda hitam busuk dari kolong WC sebelah gue. ANJRIT!!! ternyata Akbar pengidap Pee-Sex!!!  HP-nya akbar mencoba ngerekam gue lagi kencing, gue langsung pasang posisi nyamping biar ga keliatan. sungguh kurang ajar banget tuh si gendut. keluar2 langsung gue basmi si Akbar, gue berusaha rebut HP-nya, tapi gue tonton dulu dan Alhamdulillah "ade embi"-nya ga keliatan.

Tante Silvia: "apa saking kecilnya sampe tidak keliatan?"
ngga tant, itu ga keliatan soalnya saya langsung cepet bertindak waktu ngeliat ada kamera pengintai, untung mata saya jeli!!! dan inget ya tant, punya saya tidak kecil.

setelah berpetualang di toilet pria, gue ketemu kakak gue yang bernama Prista. terus dia gue kenalin sama Akbar. setelah itu kita makan berempat (1 lagi temennya Prista). untung aja ditraktir, ga papa berhubung gue lagi boke’ :-P

setelah makan gue sempetin sebentar nonton Nidji manggung di Citoz, setelah itu jalan di parkiran menuju mobilnya Akbar. Akbar nelponin bokapnya tapi ga diangkat-angkat, dia berpikir bokapnya lagi mosing nontonin Nidji. sambil menunggu, Akbar berpose-pose seperti "orang kaya" di sebelah mobilnya sembari minta difotoin sama gue. setelah beberapa kali jepret, kita baru nyadar klu di dalam mobil Akbar udah ada orang nungguin. bodoh… gue langsung ciao kabur.

kesan moral: seru juga jalan sama ni anak.

tapi tadi pas balik, gue jatuh (lagi) dari motor. percaya ato ga, sekarang gue megang mouse cuma dengan satu tangan :-(

Demam Film Horror

June 26th, 2007 by embi

Ini kisah gue waktu gue masih SD, tepatnya waktu gue di Singapore. hobi gue dulu adalah nonton film horror (sekarang juga tetep sih).  dan film favorit gue waktu itu adalah Pengabdi Setan. satu-satunya film yang gue takutin, mgkn karena dulu gue masih kecil. tapi anehnya gue ga pernah takut liat film Suzanna, gue cuma takut sama Pengabdi SetanThe Ring aja gue kaga takut (sombon).

Dandanan setan-setannya kan bener-bener anjrit serem beth!!! make-upnya gokil dah!!! gue sih takut. klu lo? yah pokoknya di dalam film tersebut, ada 3 tokoh setan. yaitu; sang ibu, pak karto dan herman. mata mereka putih semua, kulitnya juga putih, pake kain kafan yang aga dekil sama tanah kuburan. hiiii…

nah, ceritanya gini nih. gue ga ngerti apa gue kecanduan film itu atau apa. tapi gue inget banget, dulu setiap gue tidur, pasti gue mimpiin dikejar-kejar sama 3 hantu itu, bayangin setiap hari mimpi serem!!! ada kali sampe 2 minggu lebih gue mimpi itu (klu gue ga hiperbola ya!). mimpinya macem-macem, ada yang gue dikejar di pasar, di kantor, di rumah dll. sampai hal yang tidak diinginkan bener-bener kejadian. hantu yang gue liat lewat video, kemudian menggaggu mimpi masa kecil gue, sekarang dia muncul dalam kenyataan…

Ibu
Pak_karto
Herman
waktu itu gue tidur sekamar bertiga sama bonyok. tapi karena bonyok gamers sejati, tiapa malam gue pasti ditinggal sendirian di kamar dan mereka asyik main game di ruang komputer. suatu malam, gue kebangun sekitar lewat jam 12, gue melihat sekitar dan gue sedikit tenang karena bonyok masih disebelah gue. gue mau lanjutin tidur lagi. eh… setelah berpikir, gue baru sadar. kok yang nemenin gue ada 3 orang? bonyok = bokap dan nyokap = 2 orang. anjrit gue kaget setengah mati pas nyadar pintu kamar itu kebuka, pas gue perhatiin dengan seksama orang-orang yang tidur disamping gue itu ternyata bukan bonyok gue. mereka tidur membelakangi gue, pake baju mirip kain kafan. sebelah kiri gue cewek, sebelah kanan gue cowok dan yang tidur di kasur satu lagi (jarak 2 meter dari kasur gue) itu cowok tapi udah tua. GILE!!! ini sama banget sama di film, gue ampe mao kencing manis. mana lampu saat itu ga nyala lagi, jadinya tambah horror deh. gue ga berani bergerak sama sekali, ga berani bicara sedikit pun takut mereka bangun. kan ga lucu klu tiba-tiba mereka ngelonin gue. ya udah, akhirnya gue pasrah. gue duduk pegangin lutut gue diantara hantu-hantu terkutuk itu. mereka ga bergerak sama sekali. sampai akhirnya hal-hal yang paling kunantikan datang, bokap masuk kamar dan nyalain lampu. TERANG!!! trio hantu itu pun hilang dengan sekejap setelah lampu nyala.
"kok belum bobo, mbi?"
"takut…"
"pengecut!"

begitu juga kejadian waktu gue nginep di suatu hotel di Dammam. saat gue terbangun dari tidur pada mlaam hari dan badan tidak bisa bergerak sama sekali (biasa disebut kerep-rep), gue ngeliat anak kecil perempuan berwujud seperti air, terbang tepat di depan gue sambil ketawa n nembus tembok tepat belakang gue. ANJRIT!!! Terkutuk banget tuh hantu! saat itu gue panik dan bangunin bokap gue.
"pa… pa… bangun!"
"kenapa?"
"tadi embi liat sesuatu"
"pengecut!"

2 Hari Untuk Selamanya. Ya?

June 25th, 2007 by embi

2_hari_untuk_selamanya

Minggu kemarin, gue dapat kabar klu rumah gue mau ramai, lalu gue berencana untuk kabur. gue mandi besar, pake baju baru, pake parfum, nyimpen dompet, ngambil kunci motor, ngaca. setelah itu gue bengong sambil mikir "gue mau kemana ya?". terus gue tiduran dan SMS si Akbar.
"jalan yuk, gue mau kabur dari rumah"
"ya udah, ntar gue samperin asal memungkinkan"
"lo ajak yang lain ya!?"
"gue mungkin nyusul sore"
untuk mengulur waktu, gue nyoba mecari-cari jalan ke Semanggi, sempet nyasar sekali. terus dari Semanggi mencari jalan ke PIM, lalu nyasar ke Grogol. gue sempet marah dan melemparkan kesalahan kepada sang petunjuk jalan, gue ngedumel "tolol banget sih yang buat petunjuk jalan". setelah berlama-lama di jalan dan berpanas-panas ria, keringat mulai bercucuran di badan. sampai lah gue di PIM, gue ciumin badan gue, ternyata ga bau. lalu gue ketemu dengan si Akbar.
"mana yang lain?", tanya gue.
"lo ga ngajak yang lain?"
"gue udah SMS Dana sih"
lalu Akbar tampak panik dan sibuk menelpon teman-temannya. mungkin dia takut grogi jalan berdua. begitu juga gue. setelah menelpon teman-teman, hasilnya ga ada. karena ga ada yang bisa nyamperin gue dan Akbar ke PIM. lalu gue SMS Gama;
"Gam, di PIM ada gue, Akbar dan lo!!!"
"ngapain di PIM? gue capek abis sunnatan"
GUBRAK! lalu gue mencoba mengerti keadaan Gama.
lalu kita pasrah dan melanjutkan jalan berdua. pertama kita ke Hero dan membeli permen penyegar bau mulut, lalu ke Gramedia melihat-lihat buku, kita ngantri berdua, Akbar minjem HP gue terus gue lupa ngapus rekaman suara gue, gue berusaha nangkep tangan Akbar malah nangkep tangan orang yang ngantri di belakang gue. malu bgt! 
Setelah itu, gue dan Akbar ke  DiscTara dan melihat-lihat tidak membeli. lalu melajutkan dengan makan. inilah adegan yang paling mesra, mungkin klu di film Titanic, ini adalah adegan saat ada tangan di kaca. gue makan Hoka Bento dengan meja yang sangat kecil ukurannya, sampe buat naro plastik belajaan gue aja ga bisa dan terpaksa gue taro di kolong bangku. gue melihat sekeliling, hampir semuanya sepasang cewek dan cowok, kecuali kita. aiiih, banci deh!
kegiatan terakhir kita hari adalah… pulang naik motor Mio. Akbar gue bonceng dan gue anterin pulang. anjrit!!! cewek gue aja belum pernah gue anterin pulang!!! waktu di bonceng, gue dan Akbar saling diem-dieman, terus dia ngomong, "embi, kok kita diem-dieman?". lalu gue jawab "sayang please ngertiin dong, aku kan lagi nyetir". ANJRIT!!! kaga, gue cuma ngomong "gue kan lagi nyetir, lo ngomong duluan aja". lalu suasana berlanjut hening lagi, sepertinya Akbar sedang berusaha mencari topik. sayang sekali, topiknya ga ketemu-ketemu sampe nyampe di rumahnya.
perjalanan untuk hari ini… BERSAMBUNG…

Hari berikutnya, Senin. gue berencana nomat sama Akbar. tapi kali ini mengajak 10 orang, sayang sekali yang dateng hanya 5 orang. termasuk gue dan Akbar. sampe dia ngomong "lo lagi, lo lagi… bosen gue!". awal-awalnya gue cuma bertigaan, gue, Akbar dan Ririn (cewek). gue ke 21 n liat-liat. Pertama liat poster Coklat Stoberi, terus terjadi percakapan seperti berikut;

Gue: "eh perhatiin deh, cowok ini kan ngeliat cowok yang itu, bukan liat ceweknya!"

Ririn: "…."

Akbar: "…."

Gue: "ya kan? perhatiin deh cowok yang in ngeliatain cowok yang itu tuh, bukan…"

Akbar: "iya mbi, ga usah diulang"

terus Akbar nelponin Gama, Ikhsan, Dana dan Deni dipojok-pojok gitu. terus gue samperin tuh si Akbar, seperti biasa, dia suka meluk-meluk gue ga jelas sampai hal yang tidak diinginkan datang, tiba-tiba ada orang lewat dan kita ke-gep deh. orang itu langsung berjalan cepet, seperti abis ngliat hal paling menyeramkan. lalu gue bertiga liat-liat poster BBB (Bukan Bintang Biasa/ Bukan Binatang Berbahaya/ Bintang-Bintang Bau), lalu menganalisa poster yang heboh itu, gosipin bintang-bintang-nya (Dimas Beck yang lagi main biola tampangnya aiiiih macan… menyeramkan sekali), satu kata untuk posternya "kasian". pasti akan gue tonton untuk melatih berkata kasar.

niat ke Citos mau nonton, malah main Billiard sambil ngerjain tugas KIMIA-nya Deni 35 soal. tuntas!!!

 

besoknya gue SMS temen gue yang paling gelo, si Batman jepang Gama;
Gue: "Gam, kemana lo kemarin?"
Gama: "kemarin emang gue ga dateng, tapi gue selalu ada di hati lo"

The End

Karena Ibu Bukan Mamaku

June 20th, 2007 by embi

Back sound: The Titans - Rasa Ini.mp3

Udah lumayan lama gue ditinggal oleh mama gue, yang menurut gue bener-bener perfect! olahraga oke, masak oke, gaul iya, pinter iya, cantik iya, sabar iya, tegar BANGET! Dulu, waktu gue kelas 2 SMP, kadang-kadang mama gue telpon, dan gue inget banget, tgl 26 Maret 2004, mama telpon saat gue lagi tidur. entah ditambahin atau dikurangin, percakapannya kaya begini;
"apa kabar sayang?"
"eehhmm…"
"lagi tidur ya?"
"ehmm… ngantuk"
"bla bla bla bla bla" (gue lupa mama ngomong apa, karena gue ngantuk n males2an)
"ma, telponnya nanti aja ya…"
"mama kan kangen…" :-( <- mungkin ekspresinya kaya gini
"ntar aja yah…"
"ya udah ntar mama telpon lagi…"
setelah itu gue lanjutin tidur. gue bangun deket-deket Maghrib n ga ada telpon lagi dr mama. besoknya gue denger kabar mama gue sakit. katanya beutisnya sedikit sakit, mama nyebut "betis" jadi "beutis", lucu ya. gue sedikit khawatir, tapi gue ga ngirim sms 1 pun ke mama. perawat di Riyadh yang namanya Pak Londa bilang mama cuma kena Varices n ga perlu ke dokter.

Rinahasanah
Foto mama
Sampai tiba harinya tanggal 29 Maret 2004, gue terima SMS dari temen gue namanya Rosdiana Amrul yang mengucapkan turut berduka cita. gue kan sempet bingung. Apa-apaan ini! siapa yang meninggal! ka diana soalnya ga nyebut siapa yang meninggal, dia cuma nyuruh gue sabar doang. gue keluar kamar n langsung ambil wudhu karena gue kaget setengah mati, gue ga mau yang dimaksud itu adalah mama, makanya guw langsung sholat. setelah sholat, gue keluar kamar lagi, denger Adin (kakak pertama gue) lagi ditelpon sama papa, adin aktifin loudspeaker, disitu gue denger papa nangis kejer, bukan papa aja yang nangis, tapi gue denger banyak orang nangis di telpon itu. karena gue bukan orang bodoh, otomatis gue udah bisa nyimpulin siapa gerangan orang yang meninggal itu.
"mama ga mungkin meninggal"
cuma kalimat itu aja yang ada di kepala gue.
"mama bukannya udah janji cuma sebentar ninggalin gue?". pertanyaan itu terus terbersit karena gue inget banget setelah mama ciumin gue di airport dia bilang "mama cuma sebentar kok, ntar balik lagi…".
otak gue mulai ngawur, dan akhirnya gue nangis, ga sanggup berdiri. rasanya udah ga ada tulang lagi yang bisa nopang tubuh gue. lemes. jauh lebih sedih dari nonton TITANIC.

Klu versi papa gue yang juga waktu itu dinas di Arab, hari-hari sebelumnya, mama masih aja nge packing barang-barang utk dibawa ke Indonesia. walopun dia lagi sakit, tetep aja kerja. paginya aja dia masih bikinin kopi utk papa gue. sampai papa gue pulang kantor, dia ga nemuin seseorang bukain pintu rumah, setelah pintu kebuka, papa ngeliat mama udah tiduran di lantai deket pintu. gue ga bisa bayangin aja, klu gue yang ada disana n ngeliat mama gue udah baring di karpet. gue sih berpikir positip, mungkin mama sengaja meninggalnya hari itu, biar anak-anaknya ga ngeliat. karena mama ga mau anak-anaknya sedih. :-)

Udah berbulan-bulan pisah negara, ditambah lagi pisah dunia. gue kangen banget sama mama. awalnya mama mau dikubur di arab, tapi gue ga setuju, karena paling ngga, gue bisa liat mama yang udah tidur pulas, bisa cium mama untuk terakhir kalinya dan ngungkapin penyesalan gue karena udah cuek sama dia di hari-hari terakhirnya. gue cuma bisa cium jidat dia yang udah dibungkus kain putih, gue harap ciuman gue bisa hangetin tubuh dia yang udah mendingin. bisa hangetin dia dikuburnya. suer gue ga kuat, kangen banget gue sama senyumannya, pgn banget meluk dia erat-erat, seerat jeratan Anaconda. gue ngetik sambil nangis nih :-( hehehehehe… mumpung ga ada orang yang liat, gue bisa puas nangis sambil ngaca.

Alhamdulillah, mama gue disayang sama banyak orang, yang nganterin banyak, jasadnya juga katanya ringan. semoga ini pertanda baik untuk dia. karena gue yakin, mama yang terbaik bagi gue, dan dia akan masuk ke golongan orang baik juga di akhirat.

Dua penyebab yang gue ga tau pasti bener atau engganya tentang kematian Ibu gue, hehehehehe bukan Alda Risma aja kan yang di ungkap.

1. Pak Londa bilang itu cuma varices, padahal itu adalah gejala DVT (Deep Vein Thrombosis), dimana darah menggumpal di kaki. mungkin klu Pak Londa ga bilang gitu, mama bisa dibawa ke rumah sakit dan Insyaallah bisa sembuh.

2. Kata dokter di Arab, obat yang mama konsumsi dari R.S. Harapan Kita sudah ga boleh dikonsumsi, dan emang obat itu yang membuat darah mengental.

but, emang takdir lah. gue ga mau ngelawan mereka-mereka yang gue anggap penyebab, karena gue ga mau memperpanjang kesedihan gue.
Klu ga salah setahun kemudian, papa gue menikah lagi. dan gue punya ibu tiri yang covernya baik. gue manggil dia dengan sebutan "ibu". memang awalnya dia sangat ramah, sampai akhirnya gue tau klu dia itu JAGO AKTING. gue saranin orang-orang yang cari  artis buat sinetron, pasang aja ibu gue. cucok dan jago abis!

Fachriyah_1
Foto "ibu"
sekarang ibu tiri gue bukan lagi seseorang yang patut gue hormatin, karena dia udah menjadi ratu di rumah gue. cewek paling males yang pernah gue liat, cewek paling doyan kelayapan, cewek berkerudung yang menutupi semua kebobrokannya di dalam kerudungnya, cewek bermuka banyak. gue yakin, klu dikelupas satu-satu kulit wajahnya, bakal ada seribu wajah di dalamnya.
Ya, satu kata yang paling cocok untuk ibu tiri gue, "GAGAL". dia gagal sebagai ibu, dan ga satu pun sikap dalam dirinya yang bisa mencerminkan sebagai ibu yang memenuhi standar.

Gue punya satu cerita terburuk yang pernah gue denger tentang "ibu",
waktu itu "ibu" gue pulang bawa mobil, terus pager rumah ga ada yang bukain, entah mungkin mbak gue ga denger. terus jadinya dia buka pager sendiri sambil marah-marah. jdgrak jdgrek suara pager. terus sampe dalam dia marahin mbak gue.
"MASA SAYA BUKA PAGER SENDIRI!!! SAYA EMANG BUKAN NYONYA BESAR, TAPI SAYA KAN PEREMPUAN, GIMANA KALAU SAYA DICULIK WAKTU NUTUP PAGER!!!??? KLU BAPAK AJA LANGSUNG SIAP SIAGA DIBUKAIN!!! DASAR KALIAN PILIH KASIH YA!!!"

Ya Allah, bukankah buka pager adalah hal biasa? apalagi dalam keluarga gue yang serba sederhana. gue langsung berpikir, "harusnya dia bersyukur klu emang ada orang yang mau menculik dia". kok bisa ya perempuan berjilbab yang gue kira alim, malah jadi ratu penjajah keluarga gue.

dan gue dapet info lagi dari mbak-mbak di rumah gue, ternyata malasnya ibu sudah mengalahkan ratu sesungguhnya. bayangkan, dia menyuruh mbak Pony makein lotion di tangan dan kakinya, dia juga nyuruh mbak Pony makein kaos kaki, minta diselimutin, minta diambilin HP yang jaraknya ga nyampe 1 meter dari kasur ratunya itu. ANJRIT!!! parah beth!!! ngeri aja, jangan-jangan lama-lama bisa jadi begini;

"Pon… Pon… tolong cebokin saya!"

atau

"Pon… Pon… lubang idung saya kotor!"

Jika "ibu" tidak merubah sikap sejak dini
pasti akan tiba saat "ibu" keluar dari kehidupan kami
karena kami bukan keluarga mewah yang "ibu" dambai
"ibu" jangan pernah bermimpi
lebih baik lepaslah jilbabmu itu "ibu"
niscaya belatung itu akan menggerogoti kain yang menutupi kebobrokanmu itu
hingga semua orang tau
mungkin…
blog ini adalah salah satu alat yang akan mengungkap sandiwaramu…

LOVE U MAMA, HATE U "IBU"