Kucing

Kisah ini terjadi kira-kira 12 tahun yang lalu, saat gue masih di Singapore. ini adalah kisah yang menyebabkan gue sangat mencintai kucing.

dulu, gue sangat suka dengan yang namanya thrill rides gitu-gitu, seperti roller coaster. gue bener-bener FREAK thrill rides. kadang-kadang gue umpamakan remote TV sebagai roller coaster, gue gerakin dengan tangan gue sendiri

naik terus turun…

gue teriak dan heboh sendiri, lebih heboh dari orang naik roller coaster beneran. Kadang-kadang gue ke-gep sama kakak gue, terus gue malu. kakak gue pasti shock tau ade-nya autis.

hm…apa hubungannya thrill rides dengan kucing? begini ceritanya, setelah jenuh bermain-main dengan remote TV, gue pgn mencoba lebih ekstrim. yaitu dengan kucing yang masih muda. klu diumpamakan manusia, mungkin kira-kira masih 6 tahun. gue gendong kucing dan menggerakannnya seenak udel gue, seolah-olah tangan gue adalah kereta roller coaster dan kucing itu sedang menaikinya.

naikan, turunan, kenceng… kebalikan…

kucing gue jungkir balikin. tapi kucingnya cuma mengeong-ngeong aja. ya wajar sih, klu kucing-nya tiba-tiba ngejerit dan tereak-tereak "lagi… lagi… lagi…" bisa-bisa gue stroke. sedang asyik-asyik dengan kucing sebagai penumpangnya, akhirnya gue punya ide yang lebih ekstrim, gue keluar rumah dan ketemu dengan temen gue namanya Firman. gue ajak Firman main sama gue.  awalnya tuh kucing gue terjun bebas-kan dari  tangki gas. dalam pikiran gue, "pasti nih kucing lagi seru abis soalnya dia mengeong-ngeong tiada hentinya". hingga hal gila dan menyedihkan ini terjadi.

kucing itu naik pelan-pelan (naikan roller coaster) dan turunan….

terjun bebas deh dari lantai 2.

KCEPRAK!!!

kucing itu kayanya pusing dan ga lama dia wafat. gue panik dan sedih, gue ga tega sama kucing itu, ga bermaksud berbuat keji seperti itu, klu diibaratkan ini kecelakaan roller coaster. gue sempet mau nangis, terus gue umpetin aja kucingnya di tumpukan sepatu. terus gue ke kamar, tidur sama mama. tapi gue ga bisa nahan sedih gue dan gue nangis depan mama. mama gue terus nanyain tentang penyebab gue nangis. ga lama, akhirnya gue mengaku klu gue udah ngebunuh kucing. ini hal paling kejam yang pernah gue lakukan seumur hidup.kucing itu terus mama ambil, dibalut kain dan dikuburin. mama kucing tersebut (namanya Junior) juga kaya sedih tau anaknya wafat.

sejak itu timbul rasa sangat bersalah pada kucing, gue merasa dosa besar. bahkan perasaannya semakin menjadi-jadi, gue sekarang menjadi pecinta kucing sejati. gue menjadi orang yang sangat menjaga kucing. gue udah beberapa kali melihara kucing, namanya anatara lain; Grey, Putih, Luna, Kento, Abu, Abas, Grey Junior, Bule, Bruno, Junior, Zorro.

Grey adalah kucing yang paling gue sayang, pernah kentut di depan gue sampe gue tremor, sering nguap saat tidur sebelah gue dan mulutnya amat bau. tetapi dia hilang setelah gue pulang haji.

Putih adalah kucing betina yang gagah, dia suka terluka abis berantem. matanya belang, satu biru, satu ijo, kadang-kadang dua-duanya merah klu abis berantem. sebutan lain: kucing kekerasan.

Luna adalah kucing anggora putih yang sangat cantik dan bersih. dia nafsuan, mentang-mentang cantik dia ML terus ampe anaknya banyak. belum ada kondom buat kucing sih.

Kento adalah kucing semi anggora yang ngikutin gue setelah gue keluar dari Kentucky, makanya gue namain Kento. dia suka mijitin orang tapi lama-lama kukunya keluar n jadi kucing pembunuh. temen-temen gue suka ngatain dia… "KENTO LO!!!" atau "AH GUE JADI PENGEN KENTO"

Abu adalah kucing berwarna abu-abu berloreng hitam. terakhir gue ngeliat dia lagi dimakan sama anjing raksaksa, kematian yang amat tragis. SUER gue ga boong n gue ga percaya dengan apa yang gue liat!

Abas adalah kucing imut belekan yang mati mendadak dekat pemanas ruangan.

Grey Junior adalah kucing abu-abu menyerupai Grey, tetapi dia mati muda.

Bule adalah kucing dengan warna yang sangat indah, putih kecoklatan. TAK ADA DUANYA loh warnanya. tapi pantatnya bau.

Bruno adalah kucing gay. sering disodomi oleh anjing cowok.

Junior adalah kucing jelek yang sangat kuat.

Zorro adalah kucing dengan muka paling sexy dan ganteng, idungnya pink. klu diibaratkan manusia, mungkin dia adalah gue.

ya itu lah cerita tentang kucing-kucing gue, ada masa-masa indah bersama mereka yang tak pernah gue lupain. gue sering tidur bersama mereka, mencium dan memeluknya. menjilat mereka pun gue pernah. gue sangat sayang dengan kucing-kucing itu, tetapi sejak mama gue meninggal, gue ga diizinin lagi memelihara kucing. karena tanpa mama, gue ga yakin bisa ngerawat dengan benar kan ga tega banget klu kucing mati pas kita pelihara, rasa bersalahnya amat besar, MAN!!!

ya udah intinya,

saya mohon maaf yang sebebesar-besar untuk para kucing dan para pecinta kucing
saya berjanji untuk tidak bertindak sewenang-wenang terhadap kucing
dan menjaga kucing dari bahaya yang sewaktu-waktu mengancam jiwa mereka


salam hangat

CAT LOVER, embi.

orang-orang yang udah gue blacklist;
1. temen gue yang mukanya kaya Damien di film The Omen (gue lupa namanya), pokoknya waktu itu dia pegang buntut kucing dan diputer seolah-oleh Hellicopter. ia melakukannya di depan gue!
2. TYA bejat, yang bertindak sewenang-wenang terhadap kucing.
3. orang-orang yang nabrak kucing n tidak menguburnya.

2 Responses to “Kucing”

  1. te a te u Says:

    hmpf,,,,,
    jahat kali kaw,,,
    seenaka udel lo,,,
    tpi ga pa pa,,,
    guwe maapin,,,
    [hahahaha mang guw sapa,,,]
    ya suwwdah,,,
    lam kenal sebagai
    pecinta kucing juga,,,,
    tatu,,

  2. Halida Says:

    Masih inget mbi sm kucing2nya..mau nambah, GREY pernah jilat2 rambut ku waktu aku nginep di rumah mu..ntah lah,apa rambut gue bau ikan yah??Trus kento yang kata batin mirip gue hehehehe

Leave a Reply