Ke-Anita-an
Hm… melihat judul blog-nya sudah terasa hawa ke-anita-annya…
sangar…
tegas…
teriak…
dan sangar…
Anita Patresya atau biasa dipanggil Anita. berikut pemikiran tentang namanya (tentang sebuah nama).
Gama: menurut saya, lebih bagus jika ia diberi nama Anitar (Anitar Patresyar), karena akan terkesan lebih sangar.
Embi: Seseorang yang bertabiat seperti dia lebih cocok diberi nama Anegra (Anegra Patresygra), karena nama Anegra terkesan sangat sangar dengan segala ke-ngraungg-annya.
Kadang gue kasian ngeliat Anita berbicara karena pita suaranya udah jebol, suaranya gak terkendali. Ia suka berbicara teramat keras tanpa disadari, padahal dia wanita batak. oleh sebab itu teman-temannya berulang kali menyuruh dia untuk gak berbicara. jadi setiap ada kata-kata yang mau diucapkan Anita, semua serempak menyuruhnya diam dengan isyarat "syuuuuut!!!" atau "syuuut, Anita" atau "brisik lo Nit!" atau hanya sebatas tertawa kecil. Itu pun belum cukup penyiksaan untuk Anita, karena bahkan setiap terdengar suara gaduh atau bising yang bukan dihasilkan pita suara Anita (misalnya suara orang bercanda, suara mesin, suara pesawat terbang), teman-teman Anita langsung reflek menyuruh Anita diam dengan isyarat "syuuut, diem Anita". lalu Anita menongok dan mengatakan dengan suara kerasnya (volume 10 dari 10), "kenapaa ssiiih, itu kan bukan gue".
makanya doain gue jadi dokter, nanti klu gue jadi dokter THT, gue kasih saringan di tenggorokannya biar suaranya ga lepas gitu.
Hari ini angkatan gue tur di Jakarta, ke museum Fatahilah, museum Bank Indonesia (MBI), Istiqlal dan Monas. Gue, Gama dan Dana sempat dikejutkan oleh dua kali penampakan hantu berbentuk kabut di lorong dalam MBI. namun rasa takut itu akhirnya hilang setelah ada pengumumam kelas XI IPA 3 memenangkan PENGUMPUL SAMPAH TERBANYAK. Horeee… senang semua! gembira semua! XI IPA 3 dapat duit Rp.300.000,- dalam amplop putih, Anita ngebuka dengan semangat dan "sreeeeK", duitnya ikut disobek kaya tiket bioskop.
hore, Anita pinter.
untung gue ga naik ke atas Monas, bisa-bisa gue jatoh seketika dan jadi benda sejarah hanya karena ke-gubrak-an Anita.