Archive for May, 2007

Mio

Saturday, May 26th, 2007

Ini tentang motor gue, Mio Sporty

"plak!"

maaf Atu Meci, maaf kak Yuri, ini tentang motor Atu Meci dan Kak Yuri, Mio Sporty

Iya, gue suka diomelin karena motor sepasang suami-istri itu sering gue jadikan hak milik. soalnya gue belum dibeliin motor. udah beberapa kali gue menunggangi Mio dengan gaya pembalap dan semakin lama gue semakin cinta. terus Akbar mengingatkan gue untuk memberi nama motor merah tersebut. setelah berpikir-pikir, gue menetapkan untuk memberi nama motor gue, "Mio Sporty" (M-I-O = Mio Ini Oke, S-P-O-R-T-Y = SPORTy lagY.). anjrit gue kreatif banget, jadi konak.

Gue_dan_mio Gue teringat awal-awal belajar Mio ini, gue nge-gas dengan gaya pembalap, terus Mio marah, dia ngelaju kenceng sampe nyusruk ke kebun depan rumah dan Mio pun terjungkir ke arah kanan. Prista dan pacarnya sepertinya shock melihat adiknya terjatuh, tapi klu bokap cuma ngomong,

"naik motor kaga ada jatoh-jatohan, mang kamu kira belajar sepeda!"

Awalnya gue menetapkan untuk benci dengan Mio. tapi gue terus berusaha menjinakan motor nakal itu. Mio mengalami sedikit cedera, spion kanannya sedikit bengkok. tetapi sekarang sudah kembali normal, malah spion kiri-nya yang rada ga beres. napa ya? mungkin karena gue keseringan ngaca di spion kiri.

Tadi gue ke skul dengan jaket merah, Mio merah dan kunci motor merah muda (baca: pink). teman-teman gue ngakak ngeliat gue yang serba merah nge-jreng. Saat itu juga, pertama kali gue ngeboncengin orang dengan bobot 70kg (baca: Akbar), rada susah jaga keseimbangannya, mau balik arah aja rasanya takut-takut. setelah itu gue memutuskan untuk tidak memboncengi Akbar, karena nyawa mahal harganya.

lalu Akbar digantikan oleh Gama dalam perjalanan dari SMA 28 ke Citoz. Gue dan Gama bercakap-cakap sepanjang perjalanan, salah satu percakapannya,

"mbi, dalam jaket lo keringetan ga?

"ngga, kan lagi ga panas"

"biasanya orang bawa motor kan bau"

"bau apa?"

"bau gimana gitu"

"bau asep?"

"iya iya, bau apek" <- Gama mulai budek

terus gue menelaah maksud pertanyaan Gama, ada tiga kesimpulan yang gue petik:

A. Biasanya orang bau apek klu naik motor, tapi gue ga bau apek.

B. Gama ngebahas masalah itu karena badan gue bau apek.

C. Gue bau apek dan bikin horni.

ayo kawan, bantu gue mencari jawaban yang tepat dengan pikiran Gama.

hm… yang jelas gue mulai bersahabat dengan Mio gue, apalagi setelah gue bikin SIM dengan foto gaya "anak beler kena flu pasca ditonjokin" (bahasa Prancis-nya: ALER NA FAS DIT), bener deh, foto SIM gue ancur banget!!! gue aja muak ngeliatnya.

Mio… karena gue ga mau ketinggalan, karena gue ingin dimengerti, karena 7 dari 10 wanita di indonesia memakai Koteks (ketauan sering ngintipin cewek-cewek berpembalut).

Ke-Anita-an

Tuesday, May 15th, 2007

Hm… melihat judul blog-nya sudah terasa hawa ke-anita-annya…

sangar…

tegas…

teriak…

dan sangar…

Anita Patresya atau biasa dipanggil Anita. berikut pemikiran tentang namanya (tentang sebuah nama).

Gama: menurut saya, lebih bagus jika ia diberi nama Anitar (Anitar Patresyar), karena akan terkesan lebih sangar.

Embi: Seseorang yang bertabiat seperti dia lebih cocok diberi nama Anegra (Anegra Patresygra), karena nama Anegra terkesan sangat sangar dengan segala ke-ngraungg-annya.

Kadang gue kasian ngeliat Anita berbicara karena pita suaranya udah jebol, suaranya gak terkendali. Ia suka berbicara teramat keras tanpa disadari, padahal dia wanita batak. oleh sebab itu teman-temannya berulang kali menyuruh dia untuk gak berbicara. jadi setiap ada kata-kata yang mau diucapkan Anita, semua serempak menyuruhnya diam dengan isyarat "syuuuuut!!!" atau "syuuut, Anita" atau "brisik lo Nit!" atau hanya sebatas tertawa kecil. Itu pun belum cukup penyiksaan untuk Anita, karena bahkan setiap terdengar suara gaduh atau bising yang bukan dihasilkan pita suara Anita (misalnya suara orang bercanda, suara mesin, suara pesawat terbang), teman-teman Anita langsung reflek menyuruh Anita diam dengan isyarat "syuuut, diem Anita". lalu Anita menongok dan mengatakan dengan suara kerasnya (volume 10 dari 10), "kenapaa ssiiih, itu kan bukan gue".

makanya doain gue jadi dokter, nanti klu gue jadi dokter THT, gue kasih saringan di tenggorokannya biar suaranya ga lepas gitu.

Hari ini angkatan gue tur di Jakarta, ke museum Fatahilah, museum Bank Indonesia (MBI), Istiqlal dan Monas. Gue, Gama dan Dana sempat dikejutkan oleh dua kali penampakan hantu berbentuk kabut di lorong dalam MBI. namun rasa takut itu akhirnya hilang setelah ada pengumumam kelas XI IPA 3 memenangkan PENGUMPUL SAMPAH TERBANYAK. Horeee… senang semua! gembira semua! XI IPA 3 dapat duit Rp.300.000,- dalam amplop putih, Anita ngebuka dengan semangat dan "sreeeeK", duitnya ikut disobek kaya tiket bioskop.

hore, Anita pinter.

untung gue ga naik ke atas Monas, bisa-bisa gue jatoh seketika dan jadi benda sejarah hanya karena ke-gubrak-an Anita.

Bibir Sensual

Sunday, May 13th, 2007

Setelah hampir 1 tahun sekelas,

gue baru menyadari tentang bibir… tentang bibir Arina yang sensual, walaupun tidak se-sensual bibir Ikhsan. Arina… ia diciptakan Tuhan dengan bibir yang amat indah, bibir bawah yang sedikit lebih tebal daripada bibir atasnya, dengan lekukan yang cukup bagus, bibirnya sedikit keriting. Anjrit sensual banget!

Waktu itu gue lagi duduk sama Gama dan menengok ke belakang untuk ngobrol dengan Arina. Selesai bicara, gue dan Gama langsung hadap-hadapan dan serempak kita berkata, "sensual…".

Gue pingin punya bibir kaya Arina, pasti klu bibir gue kaya gitu gue bisa ganteng. Hehehehehe… klu gue sih, bibir bawah dan bibir atas tebelnya seimbang. Hm… coba ada kawat buat bibir, gue mau ngecilin bibir atas gue. Tapi gue punya kelebihan loh, gue bisa buat "bibir imut versi cewek gaul (BIVCG)" (lihat foto 1.1), yang bibirnya aga monyong dan tipis gitu. Yang biasa dipake anak-anak gaul FS buat foto. foto so’ imut. temen-temen gue salut loh sama bibir imut versi cewek gaul (BIVCG) gue.

Bibir_sexy

foto 1.1. bibir imut versi cewek gaul (BIVCG)

-

ngomongin nipisin bibir gue jadi nget waktu proses mancungin idung, gue pake jepitan jemuran, terus gue jepit di idung gue, hasilnya idung gue jadi merah, bulet dengan sedikit motif garis-garis…

Canda Tawa Procesor

Friday, May 4th, 2007

ini cerita gue waktu hari Rabu, saat diadakan upacara yang sempat membuat gue bingung, ternyata upacara memperingati HARDIKNAS. waktu itu gue berdiri di bawah matahari pagi dengan sedikit bercak merah di tangan kanan gue, terus terpintas dalam benak gue, "jangan-jangan gue sebenarnya… orang bule". setelah berpikir klu gue orang bule dan upacara usai, gue berjalan menaiki anak-anak tangga dalam keramaian daging-daging hidup berbau keringat. gue sempat liat ada poster coming soon 28 CUP, di poster ada gambar dua monyet. oh ini poster coming soon 28 CUP.

saat gue berjalan, ada beberapa ekor orang pinter jalan di depan gue yang ngomongnya pake "aku-kamu". gile, freak bgt… satu cowok setengah mateng, dua perempuan berjilbab, satu manusia robot.

tante Rahmida: "kenapa disebut manusia robot?"

gini tante, dia itu rata-rata rapornya 92,5. apa ga gila? hampir semua pelajaran diatas 90 kan berarti, terus dia seperti lupa dengan keadaan sekitar jika udah bertemu buku. tiap pagi sbelum bel di skul, dia selalu ngerjain latihan-latihan Matematika atau Fisika. tapi…

gue ngeliat dan mendengar dia bercanda dengan kawan-kawannya waktu lagi jalan di lantai 3… gini bunyinya.

robot: "eh… tadi aku liat muka kamu loh di poster 28 CUP"

jilbab 1: "yang mana? (tampang blo’on)"

co 1/2 mateng: "28 CUP?"

robot: "iya di poster 28 CUP yang ditempel-tempelin di mading"

jilbab 1: "oh gue belum liat"

jilbab 2: "iya belum liat. emang ada apa sih?"

robot: "ada gambar dua monyet, itu kamu kan"

jilbab 1: (tertawa terbahak-bahak).

jilbab 2: (tertawa terbahak-bahak).

co 1/2 mateng: (tertawa terbahak-bahak)

GUBRAK!!! gue ampe hampir jatuh dari lantai 3..

sepertinya bagi mereka amat menghibur, tapi ga apa-apa sih, dari pada bercandaan Akbar, Deni, Gama, Ikhsan yang bawa-bawa nama orang tua seperti: Mahoni (papa Farah atau si Vegetarian), Muzazin (papa Arina), Untoro (papa Chendy) dan Balarama (papa Akbar). moso di papan tulis ada gambar pohon, terus ada panahnya dengan tulisan "mahoni papanya …. ayo siapa bisa jawab?". terus candaan mereka lagi, "pantesan Farah ga makan daging, cuma makan daun. Papanya aja Mahoni...". farah bener…. eh maksud gue parah bener! Aduh dasar gue orang Banten yang cool.

Si Hairy

Thursday, May 3rd, 2007

gue mau curhat…

gue lagi benci sama dia…

dia udah bikin gue sengsara…

dia udah bikin gue malu…

gue tau dia hebat…

gue tau dia bisa nyerang gue kapan aja…

gue emang takut sama dia…

bulunya emang banyak, sedangkan bulu gue sedikit…

gue benci ulet bulu!

Tante Rossita: "kenapa kamu benci ulet bulu, mbi?"
gini tant… moso 3 hari yang lalu, pas lagi mau tidur sore, badan gue tiba-tiba gatel-gatel dan merah. gue sempat shock dan berteriak dalam hati, "oh tidak, lagi-lagi kena URTIKARIA!!!" secara berulang-ulang. ga lama kemudian, gue liat lengan kanan gue. eh ada makhluk yang asyik bener nemplok disitu kaya ga ada dosa, warnanya item lagi! makhluk kuntet berbulu anggora (gue namain ulet itu: si Hairy), si Hairy sungguh Jahanam. dengan serangan sentil jari tangan kanan gue, akhirnya tuh Hairy mental kaya upil, entah terlempar sampai mana, yang jelas bangkainya hingga hari ini belum ditemukan… sampai-sampai gue teringat tragedi Adam Air dan gue merenung… terus berpikir, "siapa yang nyentil Adam Air?".

setelah garuk-garuk posisi kera, gue langsung ambil anduk dan lari ke kamar mandi, sebelumnya gue minta mbak gue semprotin kamar gue biar mati tuh si hairy. di kamar mandi gue gelisah basah karena water heater-nya ga nyala, badan gue semakin gatel dan merah-merahnya kini nyebar ke hampir seluruh tubuh. gue ngamuk-ngamuk di kamar mandi karena ga tahan sama gatelnya. mungkin klu di video-in dan di playback bagus diberi judul "mental dissorder".

setelah mandi, gue dibalurin minyak, badan gue penuh minyak kaya bintang bokep (sayangnya gue kurus). keesokkan harinya gue lalui dengan bentol-bentol kecil, hari berikutnya tetep ada dan lama-lama kok bentolnya tambah merah, temen-temen gue pada ga berani nyentuh. gue pikir, kali ini sih bukan gara-gara ulah hairy. pas gue tanya kakak-kakak gue, katanya selain gue kena ulet bulu, gue juga kena alergi (entah alergi karena serangga atau alergi karena bulu). yang jelas kulit gue sekarang kaya orang bule. Gile, serangan COMBO!!!

mulai sekarang, gue tetapkan hati gue untuk membenci ulet bulu dan tukang pukul IPDN.

btw, bahasa inggrisnya ulet bulu apa sih? kata si Akbar, hairy worm… bener ga?