Kisah Dua Mbak Gue
Blog gue kali ini, gue mau menceritakan semua cerita-cerita seram gue aja deh. Jreng! Jreng! Jreng! Hiiiiii… (suara jeritan mistis).
Oke? Oke deh om embi yang sexy nan botak karena semalam kena malpraktek di tukang pangkas rambut 7ribu-an.
Gue udah dua kali ngalamin melihat hantu dengan jelas, selebihnya hanya sekedar suara-suara, entah suara kakak gue, suara ibu tiri gue, suara dua pembantu gue dan sebagainya (memang susah dibedakan). Pembantu gue yang sudah lumayan tua bernama mbak Ti, hayo tebak, ti ti apa yang tit? Suaranya itu cukup anoying, pitch controlnya kurang, setiap kata ia ucapkan dengan menggunakan falseto (kaya Coldplay). Kadang-kadang pita suaranya tak terkendali sehingga jatuhnya ngejerit.
Pembantu gue yang aga muda namanya mbak Pony, yang ini ga jago pake falseto, klu juri Indonesia Idol mungkin cuma bilang, "suara kamu tuh S-T-D alias standar". Orangnya senyum melulu, klu lari bukain pager sambil senyum dan larinya miring-miring ga singkron and dia cuma bisa masak telur campur kecap untuk bekal gue ke skul sampai gue bisulan dibagian situ, tapi udah pecah kok kena silet cukuran! Aaaargh! Klu ada turnament siapa cepat angkat telpon di rumah gue, mungkin dia pemenangnya.
Kriiing!!! gruduk gruduk gruduk… hallo…
SEMANGAT 45!!! takjub gue sama kecepatan mbak Pony mengangkat telpon.
Ada cerita cukup konyol tentang mbak pony si pengangkat telpon ini. Ceritanya ada telpon dari temen gue;
"kriiing kriing"
"halo", mbak pony mengangkat telpon.
(Gue ga bisa denger suara sang penelpon).
"cari mas embi? saya panggil dulu".
"mbak… mbak… bilang saya lagi pergi", gue berbisik dari atas.
"APA? BILANG LAGI PERGI?", tapi volumenya maksimal.
GUBRAK!!!! si mbak pita suaranya jebol, ga bisa dikecilin suaranya.
terus gue pasrah aja berharap si penelpon ga denger suara mbak gue yang maksimal tadi.
ga lama si penelpon nelpon rumah gue lagi, dan gue angkat….
"klu mau bohong latihan dulu"
terus gue tersenyum pasrah, bicara ga keruan seperti orang tak berlidah karena bingung mau jawab apa.
Oke, karena udah kepanjangan, cerita horrornya besok aja. Tangan kiri gue lagi kejang-kejang, kayanya salah push-up tadi pagi.