Archive for March, 2007

Vegetarian

Wednesday, March 21st, 2007

Gue punya temen perempuan yang ramah, pintar, ramah, asyik, ramah, sedikit chubby, ramah…

tetapi dia…

TIDAK MAKAN DAGING!!!! Jdar Jder!!!

iya temen gue itu seorang vegetarian, hebat ya, dia ga suka makan daging, katanya "gue benci daging, sampah lo daging!" (yang ini lebay). Pokoknya dia itu terlihat sehat, gue seneng sama dia, apalagi tau klu dia itu zodiaknya Aquarius.

Sewaktu-waktu, waktu dia duduk di belakang gue, gue berbincang-bincang sedikit sama dia, terus gue kasih dia daun boleh metik. Tapi kok ga dimakan ya? dia malah senyum-senyum, mungkin dia sebenernya pingin banget, tapi dia malu-malu manusia vegetarian (=malu-malu kucing).

Di depan kelas gue ada tumbuhan yang daunnya ngegantung, bagi gue sih biasa aja, tapi mungkin farah aga sering tergoda dengan daun-daun segar yang menggantung-gantung itu. Siapa tau. ya kan? Kadang gue suka berkhayal, saat sekolah sudah usai dan kelas sudah tampak sepi, dan gue siap meninggalkan sekolah. Tetapi waktu itu juga, ada barang yang ketinggalan di kelas. Saat gue berjalan kembali ke kelas untuk mengambil barang yang tertinggal, tiba-tiba gue melihat Farah sedang lahap memakani tumbuhan.

"Farah, lo ngapain makanin tumbuhan?"

"khhhggrrr…" <- kaget, tetapi nanggung karena masih lapar.

"hush… hush… pergi! ayo Farah pergi! ga baik makanin tumbuhan depan kelas!"

terus Farah lari miring-miring dan larinya ga berdiri lagi, melainkan seperti makluk berkaki empat.

Itu cuma khayalan gue ya, Farah tetaplah manusia. Ya iyalah!

Kepala Botak Gue

Tuesday, March 20th, 2007

Untuk cerita horror buat posting malam Jumat aja deh biar seru, biar terbawa suasana, biar lo ga sendiri bacanya. Jder! Jder! tetapi sama… Jder!!

sebenarnya gue malu masuk skul hari ini, karena…

botak

pikiran gue udah macem-macem aja tentang komentar teman-teman dan ternyata…

benar

ya itu! pada komen jelek-jelek, dari mulai gue dibilang anak tuyul, tuyul (bukan anaknya), ikyusan dan lain sebagainya. Gue mendem aja di kelas ga kemana-mana, malu. Hehehehe… suasana seperti ini yang buat gue semakin dendam dengan si tukang cukur malpraktek 7ribuan itu!

Andaikan rambutku masih panjang… oh…
dan tukang cukur malpraktek 7ribuan tidak ada…
oh…
tak akan…
oh…
ini terjadi…

gue jadi teringat kejadian itu, ketika minggu malam, suasana dingin, gelap… hening… semua orang terdiam, duduk di kursi yang sudah menghangatkan pantatnya, bahkan terkadang memecahkan bisul di pantatnya. ditambah tegang dengan acara televisi yang menayangkan acara dangdut. Ga lama duduk di kursi menunggu, merenung, berfikir dan bersenggama, akhirnya si tukang cukur malpraktek 7ribuan itu manggil gue.

"adek, ayo klu mau potong"

"oh iya"

"potong gimana?"

"potong sedikit aja ya pak!"

tetapi mungkin dalam bayangan si tukang cukur malpraktek 7ribuan itu, "potong sampai tinggal sedikit aja ya pak!"

dan benar… langsung dia ambil mesin cukur yang zret zret langsung ilang. Dia zretin rambut gue dan rambut itu berjatuhan ke wajah gue, kulit kepala gue sepertinya malu terkena sinar lampu, tidak ada lagi rambut yang bisa menutupinya. Semua terbuang, bertebaran dilantai dan terinjak-injak. Gue pasrah… coz ga mungkin kan klu tiba-tiba gue mungutin rambut gue sambil jerit-jerit histeris dengan tatapan mata seperti kuntilanak merah di film Terowongan Casablanca.

tapi sekarang gue mikir, ga apa-apa deh gue botak, yang penting gue kan orang Banten, dan seperti kita tahu bahwa orang Banten itu cute.

Kisah Dua Mbak Gue

Monday, March 19th, 2007

Blog gue kali ini, gue mau menceritakan semua cerita-cerita seram gue aja deh. Jreng! Jreng! Jreng! Hiiiiii… (suara jeritan mistis).

Oke? Oke deh om embi yang sexy nan botak karena semalam kena malpraktek di tukang pangkas rambut 7ribu-an.

Gue udah dua kali ngalamin melihat hantu dengan jelas, selebihnya hanya sekedar suara-suara, entah suara kakak gue, suara ibu tiri gue, suara dua pembantu gue dan sebagainya (memang susah dibedakan). Pembantu gue yang sudah lumayan tua bernama mbak Ti, hayo tebak, ti ti apa yang tit? Suaranya itu cukup anoying, pitch controlnya kurang, setiap kata ia ucapkan dengan menggunakan falseto (kaya  Coldplay). Kadang-kadang pita suaranya tak terkendali sehingga jatuhnya ngejerit.

Pembantu gue yang aga muda namanya mbak Pony, yang ini ga jago pake falseto, klu juri Indonesia Idol mungkin cuma bilang, "suara kamu tuh S-T-D alias standar". Orangnya senyum melulu, klu lari bukain pager sambil senyum dan larinya miring-miring ga singkron and dia cuma bisa masak telur campur kecap untuk bekal gue ke skul sampai gue bisulan dibagian situ, tapi udah pecah kok kena silet cukuran! Aaaargh! Klu ada turnament siapa cepat angkat telpon di rumah gue, mungkin dia pemenangnya.

Kriiing!!! gruduk gruduk gruduk… hallo…

SEMANGAT 45!!! takjub gue sama kecepatan mbak Pony  mengangkat telpon.
Ada cerita cukup konyol tentang mbak pony si pengangkat telpon ini. Ceritanya ada telpon dari temen gue;

"kriiing kriing"

"halo", mbak pony mengangkat telpon.

(Gue ga bisa denger suara sang penelpon).

"cari mas embi? saya panggil dulu".

"mbak… mbak… bilang saya lagi pergi", gue berbisik dari atas.

"APA? BILANG LAGI PERGI?", tapi volumenya maksimal.

GUBRAK!!!! si mbak pita suaranya jebol, ga bisa dikecilin suaranya.
terus gue pasrah aja berharap si penelpon ga denger suara mbak gue yang maksimal tadi.

ga lama si penelpon nelpon rumah gue lagi, dan gue angkat….

"klu mau bohong latihan dulu"

terus gue tersenyum pasrah, bicara ga keruan seperti orang tak berlidah karena bingung mau jawab apa.

Oke, karena udah kepanjangan, cerita horrornya besok aja. Tangan kiri gue lagi kejang-kejang, kayanya salah push-up tadi pagi.

Si Pengantuk

Sunday, March 18th, 2007

Setelah bebrapa kali rencana dan gagal terus, akhirnya hari ini gue bulatkan tekad gue untuk nonton film 300. Gue janjian sama teman-teman gue di Bizcamp depan SMA 28, waktu dalam perjalanan ke Bizcamp, gue memilih naik angkot 17a biar murah. Angkot-nya sepi, gue duduk di kursi panjang sebelah kiri, kemudian di depan gue ada cewek berkerudung duduk di tengah kursi panjang. Wajahnya amat tersiksa oleh rasa kantuk yang ia emban. Angkot beberapa kali mengangkut penumpang dan berjalan lagi dengan hentakkan di setiap sisi angkot, badan penumpang pun jadi bergoyang karenanya. Sampai hal yang tak diinginkan wanita berkerudung itu terjadi, saat angkot mulai berjalan dari keadaan diam, tubuh wanita tersebut lunglai tanpa daya bagai tak bertulang. Kemudian jatuh dan berteriak kecil "aaah", dia dengan cepat kembali ke posisi awal dan merem, pura-pura tidur, sepertinya ia tidak mau melihat kenyataan yang memalukan itu. Gue shock melihatnya dan langsung membuang muka, pura-pura tidak melihat, hati gue terbahak-bahak dan bibir gue kadang tak tertahan tersenyum-senyum kecil pula sambil berbisik "kasian banget nih cewek".

Merangkai Balon

Thursday, March 15th, 2007

Tadi pagi datang ke sekolah telat dan anak-anak duduknya sudah ga beraturan, maksud gue pindah-pindah ga keruan. Gue dapetnya duduk dibelakang, depan gue namnya Kibong dan Centong. Kebetulan ada pelajaran Matematika. Terus dibagiin ulangannya, terus gue dapet cepe. Gue seneng dan bangga, tapi tiba-tiba suara dalam hati dan pikiran gue, "tolol, jangan bangga, itu kan ulangan remedial, ujung-ujungnya di buku nilai lo cuma ditulis 76", lalu dengan rasa malu gue menjawab si hati dan pikiran gue dengan kata, "maaf".

Depan gue dua cewek kurang waras, buat gue ngakak melulu. Terus ada kejadian konyol. Jadi si Centong lagi cerita, gue dan Kibong dengerin dengan seksama tuh, terus tiba-tiba waktu Centong ngomong, mulutnya tanpa sengaja merangkai balon yang terbuat dari ludah dan pecah seketika itu juga, dia panik karena malu, dan melanjutkan cerita (pasti hatinya ngira gue dan Kibong ga nyadar). Gue sama Kibong terdiam melihat kejadian itu (mungkin karena shock) selesai Centong ngomong, si Kibong ngomong, "jorok". Terus baru kita ketawa, ketawa yang telat…

Kekerasan Penyanyi Cilik

Wednesday, March 14th, 2007

Akhir-akhir ini gue lagi merasa senang karena kelompok drama Highlearning gue dapet nilai 97 dan beberapa anggota kelompok untuk film Bahasa Indonesia cukup puas dengan edittan gue. Jadi besar kepala. Hari ini, di kelas gue ada pengumuman angket kelas. Gue mendapat juara 2 dalam kategori "tertidur pulas", juara 2 dalam kategori "terbawa perasaan" dan juara 1 dalam kategori "pasangan serasi" dengan Meisi. Meisi? itu loh yang cewek penyanyi cilik musuhnya Cikita Meidy, yang waktu kecilnya dikasih hiasan pedang-pedangan yang bisa nancep ke perut orang. kekerasan seorang perempuan… kekerasan seorang perempuan penyanyi cilik… kekerasan seorang meisy sang penyanyi cilik…

catatan: Meisy bukan musuhnya Cikita Meidy

Edy Temanku

Monday, March 12th, 2007

gue turut prihatin dengan teman gue yang bernama Edy, dia adalah orang yang sangat taat beragama di kelas gue, ramah, baik, dan jihad. ?. tetapi dia…

….

begini ceritanya…

dia kan orangnya jago omong ketika diskusi atau forum, bagus sekali banyak bicara dan percaya diri (kebalikan gue banget), tapi kebanyakan dan terkadang ngawur, hahahahaha… untuk pembukaan aja butuh waktu yang cukup lama, sampai akhirnya guru Kewarganegaraan gue bilang, "udah langsung baca materinya aja!".

pas pelajaran Bahasa Indonesia juga dia disuruh menceritakan kembali cerpen yang dibaca di depan kelas, terus ngawur. contoh;
"kemudian Dika dan Nae naik motor, mereka cuma berdua tuh! Si Dika yang nyetir"
mangnya mau naik motor berenam?
"bla bla bla bla bla… si Dika masih duduk di depan tuh"
GUBRAK! ya iya lah, kan ga mungkin yang nyetir di belakang!
konyol juga ni anak pikir gue…

Tapi karena dia kelas gue jadi hidup karena dia termasuk anak-anak yang berkarakter banget

Allahu Akbar!

Tapi ada satu lagi yang lebih konyol, namanya Nabil. Waktu dia disuruh maju untuk menceritakan kembali dan ketika semua mata sudah tertuju padanya, berharap mendengar cerita dari mulutnya. Sambil menggaruk kepala dia berkata, "aduh lupa judulnya".

Presentasi Lidah

Friday, March 9th, 2007

Hari Rabu, gue teramat bersyukur karena Kimia gue dituntasin, tadinya gue dapet 73, terus si Nurset yang baik hati mau naikkin nilai gue, Kristi dan Meisi asal bisa ngerjain soal-soal Kimia di depan, ya udah kita bertiga pada berebut. Awalnya si Kristi yang dapet nilai, tapi ujung-ujungnya Nurset nuntasin Kimia gue. Alhamdulillah, setelah Nurset keluar, gue langsung sholat dan sujud syukur. hehehehehe…

Kemudian hari Kamis juga banyak kejadian aneh. Pelajaran Fisika, pas gurunya mau masuk, malah dikagetin sama si Karina, dia salah mau ngagetion orang, mukanya langsung pucet, udah gitu tiba-tiba ada empat guru sekaligus berbondong-bondong naik ke atas dan bilang "tadi denger suara gedebak-gedebuk dari kelas ini".???. terus temen-temen gue pada menyangkal dan pura-pura ga tau, padahal emang ada tiga orang loncat sekaligus. Kok blog gue ga menarik ya?

Oh ya, satu lagi, tadi pagi gue mimpi aneh, gue mimpi kucing yang dilahirkan langsung umur 17 tahun, warnanya orange.

Tadi juga pas pelajaran Biologi waktu gue presentasi, gue panik, karena isi presentasi yang sebagian gue copy dari wikipedia isinya gini nih;

"Selain berfungsi pada mekanisme pencernaan atau pengucapan, lidah manusia memiliki banyak penggunaan lain. Lidah berperan pada salah satu bentuk c.i.u.m.a.n yang dikenal dengan f.r.e.n.c.h k.i.s.s.i.n.g atau c.i.u.m.a.n Perancis. Lidah digunakan pula untuk tindakan menjilat pada manusia dan hewan mamalia.

Lidah dipergunakan pada pria dan wanita saat melakukan s.e.k.s o.r.a.l dan digunakan pada tingkat pemanasan atau f.o.r.e.p.l.a.y pada kegiatan bercinta. Oleh karena itu, lidah tak jarang dihubungkan dengan konotasi e.r.o.t.i.s dan sensual".

Tadi sempat gempar di kelas gue, tapi gue tutupin kok walopun semua penasaran, tapi akhirnya kebongkar juga tulisannya. gurunya senyum-senyum aja.

Ada Cewek Muntah

Sunday, March 4th, 2007

Perlu diketahui, foto gue itu emang lagi merokok terus gue edit (emang masih keliatan apa ya merokoknya?), tp gue bukan perokok, cuma sekedar minjam rokok kakak and buat foto aja sekali. Suer! jangan anggap gue perokok ya! hehehehehe… jangan salah penilaian, cuma buat seni aja biar di edit ada asapnya.

kemarin gue janjian ama uyun dan kawan-kawan ke Blok M jam 4, sesampainya disana ternyata mereka ga bisa dateng, ya sudah, gue balik lagi naik Kopaja 605, macet dan ada cewek muntah!! panas dan ada cewek muntah! ada cewek muntah dan gue berdiri sepanjang perjalanan dan ada cewek muntah. Terus gue keluar aja dan makan bakso sendiri, setelah berlama2 di Kopaja yang tadi ada cewek muntah, setelah itu ketemu Yumeko, Dina dan temannya. Terus gue naik angkot 36 dan ga ada cewek muntah.