Archive for October, 2006

Susah Kok Soalnya?

Thursday, October 5th, 2006

Gue ga ngerti si Didi dan Edy yang salah denger atau emang tu guru yang salah ngomong. Kan tadi Ibu Eni bilangin tentang ulangan blok Matematika gitu, tapi gue kurang merhatiin dia ngomong apa, gue cuma ngeliat geliatnya. Tapi masa kata dua temen gue itu (Didi dan Edy), dia ngomong "susah kok soalnya, sedikit…"

*repeat

"susah kok soalnya, sedikit…"

*repeat

"susah kok soalnya…"

*repeat

"susah kok…"

Gubrak, dalam pikiran gue, ga bener banget guru ngomong gitu. Ga lama, tu guru nyamperin sekitar meja gue, terus Tio yang duduk di belakang gue nanyain ke guru itu lagi untuk mastiin, "Ibu soalnya susah ya?". Kemudian dijawab, "gampang kok, nanti klu dikasih yang susah-susah pada remed-remed lagi". Amin, ternyata tadi guru itu entah salah ucap atau dua temen gue itu yang budek.

Harusnya hari ini kelas XI buka bersama di sekolah, jadi setelah pulang harus tetap di sekolah sampai buka. Males banget! Tapi akhirnya gue kabur, gue ngikutin gerombolan anak kelas X (kelas X dan XII boleh pulang).

Mengenang Ketakutan Masa Lalu

Wednesday, October 4th, 2006

Screenshot_pengabdi_setanMata gue kurang segar pagi-pagi dikarenakan gue ga bisa tidur. Sebabnya norak banget, kemarin malam kan gue pingin mengenang masa lalu gue dengan mem-browsing screenshot-nya Pengabdi Setan, film horror tahun 1982, tapi gue nontonnya tahun 1995. Gue masukkin ke Handphone gambar-gambarnya, terus gue ingat-ingat film itu sebelum tidur. Eh, malam-malam gue jadi ketakutan sendiri, tidurnya kaget terus dan pikiran gue dipenuhi dengan muka-muka hantu di film itu. Sial!

Pelajaran Kimia, kata Ibu Nurset (guru tajir) nanti ulangan blog bakalan gampang banget dan jumlah soalnya cuma sepuluh essay. Katanya dia mau cari pahala aja dengan ngasih soal yang gampang-gampang, mumpung bulan ramadhan. "Nanti kalian jangan belum 15 menit udah keluar, kalian lama-lamain aja ngerjain soal, klu bisa pasang muka kesusahan biar ibu ga malu. Kan klu ketahuan soal Kimia gampang banget, ibu jadi malu", kata bu Nurset. "Apakah sampai seperti itu?", pikir gue.

Haruskah Seperti Edu?

Tuesday, October 3rd, 2006

"Alisyah kerja di Dufan"

"Alibaba pergi ke Libanon"

"Alisyah dijemput Yang Maha Kuasa"

Itu merupakan beberapa tulisan tangan (ungkapan perasaan) seorang murid kepada gurunya yang ditulis di papan tulis pagi-pagi sebelum bel masuk berbunyi.

Tadi terjadi peristiwa pemeriksaan pakaian oleh Pak Nanang (kepala sekolah SMAN 28 Jakarta) didampingi Ibu Eliza dan Pak Haryadi pada saat pelajaraan Bu Eni (dead Math teacher). EduKepala sekolah menyuruh murid-muridnya berpakaian seperti seorang Eduar Napoleon alias Edu (terminator di XI IPA 3) yang memakai celana sampai perut, baju kegedean (ukuran 20) dan bener-bener dimasukin ke dalam celana sampai kelihatan jelas lipetan-lipetan baju yang dimasukkinya itu. Pokoknya ga sedap dipandang mata kiri maupun kanan.

Setelah pelajaran Matematika, kemudian berlanjut pelajaran Bahasa Indonesia, gurunya Pak Alisyah (guru yang ditulis namanya di papan tulis tadi pagi). Saat itu, XI IPA 3 dikejutkan oleh ditemukannya sebuah senjata tajam berbentuk pisau, ditemuinnya di laci guru lagi. Ga bener banget! Jangan-jangan ada guru yang ingin mengajar dengan gaya thriller. "Ini pisau Bapak bawa aja ya, daripada nanti kelas XI IPA 3 ini dituduh membawa senjata tajam", kata Pak Alisyah. Akhirnya pisau tadi disita olehnya.

Paket Wisata

Monday, October 2nd, 2006

Hari ini seperti biasa, Denny Christian Nadadab (14 tahun) menjadi setan di kelas. Dia minum dan makan brownies di saat teman-temannya lagi puasa. Sinting banget jadi manusia! Tadi di sekolah dibagiin selembaran memilih paket wisata;

A. Jakarta - Bali - Jakarta naik pesawat, 3 hari, Rp 1.900.000,-

B. Jakarta - Bali - Yogyakarta - Jakarta naik Bus Big Bird, 7 hari, Rp 1.500.000,-

Kata Bu Eliza, pesawatnya yang jelas bukan Garuda, pesawatnya dipilih yang murah-murah aja. Wah gawat, nanti dipilih pesawat tahun 40-an lagi, oleng-oleng mau jatuh gitu. Jadi pilih yang mana ya? Bus atau pesawat? Kata Denny, "mendingan naik bus, klu naik pesawat nanti temen mati satu, semua ikut mati. Kan klu naik bus, bus lain kecelakaan, bus kita belum tentu".  Denny Geblek!!! Orang mah bayangin seneng-seneng, ini malah bayangin kecelakaan, horror juga tu anak. Sebenernya, gue juga takut sih naik pesawat. Gue acungin jempol untuk film Final Destination yang sukses membuat orang-orang parno naik pesawat, naik mobil dan naik roller coaster.

My First Blog On Friendster

Sunday, October 1st, 2006

Mulai sekarang, gue mau nulis blog di Friendster, sebelumnya gue aktif nulis blog di website. Sekarang tanggalnya juga cukup bagus, 1 Oktober 2006.

Cerita sedikit, kemarin gue buka puasa sama teman gue di pinggiran, makan bakmie ayam (tanpa kuah). Habis makan, kita ke Alfa Mart. Di situ ada anak kecil merengek-rengek ke ibunya minta dibeliin Kuku Bima TL, ibunya jawab "udah dibilangin dari kemarin, itu buat bapak-bapak!". Kita langsung ngakak dengernya, itu anak ngasal amat dalam pikiran gue. Keluar dari Alfa Mart, jalan ke tempat temen gue, kita lewatin rumah yang pintunya kebuka, terus ada bapak-bapak joget tanpa musik. Goyangannya bener-bener dihayati gitu. Janggal sekali orang-orang di Jakarta ini. Pusing. Malam-malam, kita nonton Pulse (Japan Version), gue ga bosan-bosan lihat adegan hantu perempuan di forbidden room yang jalannya keseleo. Kita nonton ga sampai tuntas karena ngantuk, terus gue ngambil file-file dari Laptopnya; 5 wallpaper Sigur Ros, lagu Sigur Ros (Vidrar Vel Til Loftarasa) dan lagu Cokelat (Sendiri). Jam 1 pagi, kita tidur dan AC-nya dasyat banget, dingin.

"Sahur… sahur…", suara dari masjid. Ngeselin amat nadanya, bikin orang jengkel! Gue sahur sama temen di Warteg, makan nasi pakai telur balado, tempe dan sayur, minumnya teh hangat (cenderung panas). Pulang makan sahur, gue ngeliat kucing yang gayanya berlebihan, matanya sok kesilauan gitu (bisa dibayangkan?), terus gerakkannya lambat kaya menghayati peran "si kucing ganteng". Kucing yang aneh…

manusia aneh… binatangnya juga aneh…

Tidur lagi habis makan, bangun jam 9 pagi, mandi dan siap-siap pulang.